 |
  Selayang Pandang:nama beken aye elah / Ella Alhamdulillah aye sekarang udeh 22 tahun di Dunia ini Kegiatan aye sekarang ini jadi Kuli sekaligus Kuli ah, Do'ain yee biar kuli ah nya cepet kelar..pengen ngebahagiain nyak - babeh nich. aye masih tinggal sama Ortu di Bintaro...yang katenye sich terkenal elite bonapide.padahal mah kagak juga.aye mah bintaro pinggirannya.. hoby: aye suka bace buku ape aje yang berfaedah, dan juga suke banget chating ama browsing... nambah ukhuwah, ilmu dan mudah-mudahan jadi bisa nambah rezeqi... sekian sekilas tentang aye... ga usah banyak-banyak yach, takut terkenal.... hehehe..
Teman-teman Bloger...
arulkhana Ide
Pak Iman
Teh Dina
Nining Abi Oyo
Olieds RiezaJogja mba Hanum
|
 |
|
|
|
Monday, December 27, 2004
Oleh : Dede Farhan Aulawi
Ada kalanya Aku dan Kau merasa jauh....
Jauh sekali karna dipisahkan jarak dan waktu.....
bahkan ketika hati terusik tuk ketemu...
seolah mendekap rindu dalam bayang semu....
dan ....
Adakalanya Aku dan Kau merasa dekat....
Dekat sekali...bahkan lebih dekat dari apa yang kita rasakan...
Apa yang kita harapkan...dalam setiap bentang sepanjang kenangan
saat ini...., saat itu......, dan saat yang akan datang
Wahai sahabatku.....yang tersayang,
Memang Aku belum mengenalmu secara mendalam
Bahkan kornea mataku yang katanya tembus pandang
Tak bisa melihat dinding - dinding tebal...... yang tegak menghadang
Bahkan ketika Kau dan Aku jadi penasaran
Timbul gelora membara...di gelanggang "Sejuta Pertanyaan"
Apakah ini suatu kesungguhan...ataukah sekedar lelucon picisan ???
Atau sekedar permainan tipuan...yang penuh ketidakmanfaatan ??
Karna sudah tak percaya dengan namanya persahabatan
apalagi hanya kenal lewat imel - imelan
Tapi sahabatku percayalah...,
Bahwa di tengah ketidakmungkinan masih ada celah berkas sinar harapan
Dibalik sejuta keniscayaan..., masih ada uluran tangan kesungguhan
Dibalik semua kemustahilan..., masih ada niat ketulusan
Atau mungkinkah ini sebagai budaya metropolitan
Aku sangat maklum dan mafhum akan hal ini
Karna memang seolah hal mustahil di abad terkini
Dimana egoisme dan saling ketidakpercayaan tlah menjadi ciri
Bahkan menjelma menjadi simbol jatidiri
Tetapi sahabatku......
Meski Kau jauh ntah dimana.....
Meski Kau tak tampak seperti siapa....
Juga ketika Kau bertanya tentang Aku...
Disanalah sebenarnya Kau dan Aku menjadi satu
Satu dalam ikatan bathin yang tak kan pernah pudar
walau ombak samudera menggelegar...
bahkan langit kelam dihujani beribu halilintar
Aku tak kan goyah dan tak kan gentar
Karna ku yakin bahwa Kau adalah sahabat baikku....
Bahkan sahabat terbaikku....
bahkan mungkin lebih dari itu...,jika ada kosa kata lain yang utuh
Wahai sahabatku....,
coba kau rasakan ....ketika kau bangun membuka mata
di sudut pelupukmu ku hadir tuk menjelma
ketika kau...sedang pergi...
di sini lah ku slalu menanti
Bahkan ketika kau sedang belajar dan/atau bekerja
Disinilah ku slalu mendukung dengan do'a
Bahkan ketika kau larut dengan kerjaan
Disinilah aku selalu menebar benih harapan
Agar kau bertemu dengan bingkai keberhasilan
Semua karena....." aku Sayang Padamu "
Disinilah ....dilubuk hati ini...
Ada asa yang menghujam begitu dalam
Di langit jingga itulah kutebar sayang sepanjang kenangan
bahkan di seluruh waktu
untukmu.....untukku....dan untuk semuanya....
Mari kita tebar kasih di seluruh jagat raya..
Agar anak cucu kita bisa menuai kasih sepanjang masa
Inilah yang bisa kulakukan untukmu....sahabat baikku
Posted at 10:17 am by elah82
Permalink
Tuesday, December 14, 2004
Pagi itu seperti biasanya Muthi mempersiapkan diri untuk bekerja, di sela-sela kesibukan Muthi, ibu nya mendekati Muthi dan berkata "Muth, tolong deketin adik kamu, kasih dia nasehat, dari kemarin dia minta pindah sekolah terus tuch, katanya pengen pindah ke sukabumi , ketempat Aa' kamu"
"kenapa lagi sich tuch anak, ada-ada aja, udah mah diemin aja, nanti juga bosen sendiri, kenapa sich jadi anak susah banget di bilanginnya, jangan dipikirin nanti malah mamah yang sakit" jawab Muthi datar.
saat itu Muthi mengira, adiknya buat ulah seperti biasa lagi,.. maklum dech ABG banyak tingkah yang kadang sulit diterima dengan akal sehat.
selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba Muthi dikejutkan dengan teriakan Ibunya, walau tidak jelas tetapi Muthi mendengar suara Ibunya menjerit-jerit sambil beristigfar, sampai akhirnya Muthi mendatangi tempat suara itu berasal, ternyata ibunya sedang dikamar sang adik, ketika Muthi memasuki kamar adiknya, Muthi melihat sang Ibu sedang memeluk tubuh adiknya yang sudah tidak berdaya, sambil menangis disertai dengan istigfar, Muthi mendekati adiknya, dan Inna lillahi... Muthi sangat terkejut dia sama sekali tidak menyangka, kalau adiknya bisa melakukan hal senekad itu, ya Alloh kenapa adik hamba sampai nekad seperti ini? saat itu bathin Muthi berkecamuk, rasa bersalah, sedih dan marah campur jadi satu,ditambah lagi suara tangis serta jeritan Nenek dan Ibu, membuat Muthi semakin panik.
Muthi sempat membaca surat yang ditulis sang adik "Mah, maafkan bara sudah menghancurkan harapan mamah, maafkan bara yach mah, selama ini sering nyusahin mamah, maafkan bara mah tidak bisa menjadi seperti yang mamah harapkan, daripada Bara menyusahkan mamah dan membuat malu keluarga, terpaksa bara memilih jalan ini, Bara tidak akan pernah meminta apa-apa lagi ke Muthi dan Aa', maafin Bara sudah menyusahkan semuanya selama ini, do'akan semoga Bara selamat dan mendapat tempat yang nyaman" Muthi tidak dapat menahan air matanya membaca surat itu, semua perasaan berkecamuk menjadi satu, "Ya Rabb, maafkan hamba, jika selama ini telah melupakan adik hamba, maafkan hamba Ya Rabb jika selama ini hamba lupa dan lalai dalam membimbing adik hamba, Ya Rabb selamatkan adik hamba, jangan biarkan dia menjadi ahli Neraka ya Rabb, selamatkan dia Ya Rabb"
Muthi tak dapat berbuat banyak, dia hanya beristigfar dan terus beristigfar, sampai akhirnya sang adik di larikan ke RS, karena panik Muthi sampai lupa bertanya kemana adiknya akan dibawa, waktu sang ibu meminta Muthi untuk ikut ke RS, Muthi hanya terdiam dan tidak memberikan respon sama sekali. beberapa menit kemudian setelah taksi yang membawa adiknya menjauh Muthi baru tersadar. dan itu sudah terlambat.
Muthi memutuskan untuk tetap masuk kerja, walau sebenarnya Muthi bingung apa yang harus dia kerjakan, seharian di kantor Muthi tidak tenang, perasaan bersalah terus membayangi Muthi, ditambah rasa cemas karena belum ada kabar dari Ibu dan Bapak yang mengantar adik ke RS, sampai akhirnya Sore hari Muthi ditelpon sang ayah dan mengabarkan bahwa Adiknya sudah boleh pulang dan sudah membaik
Alhamdulillah wa Syukurilah... Terimakasih Rabb, Engkau telah mengabulkan Do'a kami, Muthi yakin akan ayatMU ya Rabb "La YUkallifullahu nafsan Illa wus'aha" (Alloh tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya).
Subhanallah Ya Rabb, Muthi yakin ini semua adalah tarbiyah untuk Muthi sekeluarga, Muthi juga yakin dibalik ini semua pasti ada hikmah yang ingin Alloh sampaikan.
yang jelas bagi Muthi , kejadian itu membuat dia tersadar akan hak-hak yang selama ini tidak dia berikan kepada keluarganya, Muthi selama ini terlalu asik sibuk diluar, sibuk mengurusi kegiatan-kegiatan sosial, sibuk mensholihkan orang lain, padahal di rumahnya banyak yang butuh sentuhan dakwahnya, tapi itu terlupakan oleh Muthi, kejadian itu mengingatkan Muthi akan ayatNYA "HAI ORANG - ORANG YANG BERIMAN , PELIHARALAH DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA YANG BAHAN BAKARNYA ADALAH MANUSIA DAN BATU ; PENJAGANYA MALAIKAT - MALAIKAT YANG KASAR , YANG KERAS , YANG TIDAK MENDURHAKAI ALLAH TERHADAP APA YANG DIPERINTAHKAN - NYA KEPADA MEREKA DAN SELALU MENGERJAKAN APA YANG DIPERINTAHKAN " (QS:66:6).
Sangatlah jelas ayat tersebut menekankan “Peliharalah Dirimu dan Keluargamu…..” kisah diatas bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kita semua, mungkin saja kasus yang menimpa keluarga Muthi, bisa juga menimpa keluarga kita, Astagfirullah secara tidak sadar banyak kita temui fenomena seorang aktivis dakwah yang notabene diluar rumah dia terlihat sangat aktif, bahkan terkadang dimana ada kegiatan disitu dia berada, tapi yang menjadi kontroversial ternyata ketika kita melihat kondisi keluarganya, sungguh sangat mengejutkan dan mengiris jiwa, sangat berbeda sekali dengan apa yang kita bayangkan, logikanya seorang aktivis dakwah, seorang Da’i/Da’iyah seharusnya atau paling tidak keluarganya sudah terkondisikan dan mengenal Islam dengan baik, tapi tidak sedikit kita temui, seorang aktivis dakwah mempunyai anak, adik, kakak, atau Ortu yang masih jauh dari nilai-nilai keislaman, memang sich kita tidak bisa memvonis begitu saja, paling tidak si aktivis tersebut sudah pernah melakukan sentuhan dakwah kepada keluarganya, dan kita juga tidak menutup mata dan telinga bahwa HIDAYAH hanyalah milik Alloh, jadi ingat sebuah lagu “IMAN TAK DAPAT DIWARISI” subhanallah.
Tapi tidak menutup mata juga, kalau saja kita mau jujur, sesungguhnya kegagalan dakwah di dalam keluarga tidak hanya disebabkan oleh HIDAYAH itu belum datang, akan tetapi bisa jadi karena Ikhtiar kita yang belum maksimal untuk mengajak keluarga kita lebih dekat denganNYA, saya sendiri mengalami dimana terdapat rasa sungkan, enggan dan jenuh, ketika harus terus menerus berulangkali mengingatkan dan mengajak anggota keluarga untuk lebih mendalami Dien Islam ini secara benar, terkadang saya sendiri lebih merasa nyaman dan save mengajak orang lain semisal teman, ketimbang harus intens berdekatan dengan adik atau Orang Tua sendiri, Astagfirullah, tapi itulah kenyataan.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, klasik memang tapi inilah kenyataan, semoga dengan mengambil hikmah kejadian yang dialami Muthi, kita semua dapat segera merubah metode dakwah yang selama ini mungkin sering kita abaikan, buat saya pribadi, insya Alloh saya akan berusaha untuk meluangkan waktu buat keluarga, selama ini saya menyadari keluarga saya hampir tidak mendapatkan perhatian sama sekali, jadi teringat bapak sering sekali mengingatkan saya “Neng, jangan sibuk diluar terus, ingat loh, kalau kamu sakit atau meninggal, yang mengurus kamu adalah keluarga bukan teman-teman kamu yang jauh-jauh itu, dan sebelum kamu mengenal teman-teman kamu, kamu telah lebih dahulu ada di sisi kami”, ibu juga pernah menegur saya dengan bahasa keibuannya “Neng, kok sekarang kayaknya sudah ga pernah merhatiin Ibu lagi, orang lain terus yang diperhatikan?” Ya Alloh , saya menyadari ucapan dan teguran itu sesungguhnya adalah bentuk kasih sayang mereka untuk saya.
Ibarat sebuah bangunan Keluarga adalah pondasi, sedangkan masyarakat dan yang lainnya adalah pernak-pernik yang menunjang hingga bangunan itu lebih terlihat kokoh dan indah, tapi seindah apapun sebuah bangunan andai pondasinya tidak kuat, maka tunggulah saatnya bangunan tersebut akan hancur!.
Jadi ingat motto yang dibuat Aa’ Gym “Mulailah dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil dan mulailah saat ini juga”.
Sebelum kita melihat jasad Ortu, adik dan saudara kita terbujur kaku , tanpa sempat kita membimbing mereka kepada jalanNYA, sebelum penyesalan tiada berujung itu tiba, sebelum semuanya tak lagi dapat diperbaiki, ada baiknya kita semua intropeksi, muhasabah dan berazam mulai saat ini untuk mencoba metode dakwah dalam keluarga kita masing-masing, kalau perlu jika memang kondisi keluarga kita masih jauh dari nilai-nilai keislaman, kita jadikan dakwah keluarga adalah yang prioritas dari serentet agenda dakwah yang akan kita jalani, toh sepertinya akan percuma dan sia-sia saja jika keluarga kita masih jahiliyah, terus kita mengajak orang lain untuk baik, mau tidak mau pasti akan ada masanya Objek dakwah itu berkata “ga usah ngurusin gue dah, urusin aja noh keluarga loe, nanti diakhirat loe ga bakalan ditanyain tentang gue, palingan yang ditanyain kan, keluarga loe!” Astagfirullah… jangan sampai hal itu terjadi.
Tapi dengan menulis ini bukan berarti saya mendukung mereka yang melupakan amal jama’I dengan dalih perbaiki keluarga dulu dech baru orang lain, kalau bisa menyelam sambil minum air, atau sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui kenapa tidak?, tetapi tetap keluarga mendapat prioritas utama.
Ya Rabb, berikan kami kemampuan untuk mengajak keluarga kami menuju jalan yang Engkau Ridhai
Ya Rabb, pertemukan kami dengan keluarga kami diakhirat kelak, kumpulkan kami Ya Rabb dalam naunganMU
Ya Rabb, berilah petunjuk dan hidayahMU kepada keluarga kami, bimbing mereka Ya Rabb sebagaimana Engkau telah membimbing kami
Aamiin Ya Robbal ‘alamien
NB: Kupersembahkan tulisan ini untuk keluarga tercinta.
Posted at 04:28 pm by elah82
Permalink
Thursday, November 25, 2004
Ramadhan telah berlalu, idul fitri telah kita jelang dan lewati bersama
andai waktu dapat kita atur sendiri,ingin rasanya ku pinta ia tuk memperpanjang Ramadhan
penyesalan memang selalu di akhir, namanya juga manusia
Ketika detik-detik memasuki bulan Ramadhan
aku sempat berdo'a "Yaa Rabb, jadikan Ramadhan kali ini sebagai sarana latihan kesabaran dan kekuatan bagiku, izinkan aku ketika berpisah dengan RamadhanMU kali ini dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya"
Subhanallah.... terasa sekali konsekuensi dari do'a tersebut...
sejak hari pertama... terasa sekali diri ini sedang dilatih sabar oleh-NYA..
Subhanallah, sungguh benar jika dikatakan Ramadhan adalah bulan tarbiyah
dalam bulan ini banyak hal yang dapat melatih kita semua menjadi lebih baik
Ramadhan ibarat tarbiyah bagi siapapun yang beruntung dapat memasukinya
tarbiyah? kita semua sedikitnya pasti mengerti tujuan dari tarbiyah itu apa sich?
minimal ada hal baru yang bisa di ambil atau diperoleh dari tarbiyah itu, ada perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelum mengikuti tarbiyah.
Pertanyaan yang sering ku lontarkan bagi diriku sendiri “sudahkah aku melewati tarbiyah yang 4JJI berikan itu dengan baik? Adakah perubahan ke arah yang lebih baik? Sanggupkah aku mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak? Ketika 4JJI menanyakan tentang kesempatan yang telah diberikanNya?” pertanyaan itu muncul justru di akhir-akhir penghujung kepergian Ramadhan, terlambat? Sudah pasti sangat terlambat untuk kesadaran akan sebuah Nikmat terbesar yang telah 4JJI berikan. Kemana saja wahai diri yang penuh dosa, wahai diri yang penuh alpa jua lupa, begitu angkuhkah dirimu? Hingga kau lalai dan terlena dengan buaian dunia, padahal DIA sang MAHA AGUNG telah memberimu kesempatan untuk sebanyak-banyaknya meraih Rahmat dan magfirahNya.
Ramadhan kali ini sangat memberi arti bagiku, ada yang berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, banyak hal yang secara tidak langsung memberikan hikmah bagi diriku, dan meyakinkan diriku akan kekuasaanNYa, terutama dalam masalah AZAL dan HIDAYAH, Masya 4JJI subhanallah Allahu Akbar, “Kullu nafsin dzaaiqotul mauut” tak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahui kapan dirinya akan bertemu dengan “Azal” , sepatutnyalah setiap kita mempersiapkan diri untuk berjumpa dengannya. Dua orang yang cukup dekat dengan ku yang Ramadhan lalu masih bersama-sama denganku berlomba-lomba tuk meraih Rahmat dan magfirahNya, idulfitri tahun lalu masih bersama-sama menyambutnya dengan hati gembira dan saling memaafkan. Ternyata Ramadhan tahun lalu adalah Ramadhan terakhir bagi mereka, Idul Fitri tahun lalu adalah Idul Fitri terakhir bagi mereka.
Dan bisa jadi Ramadhan dan Idul Fitri tahun inipun adalah yang terakhir bagi kita. Sungguh kita adalah termasuk orang-orang yang merugi jika Ramadhan-ramadhan yang telah kita lewati hanyalah sekedar ritual atau kebiasaan belaka. Teringat sebuah hadits : "Rugilah Orang yang kedatangan Ramadhan, kemudian bulan itu berlalu, dan dosanya tidak diampuni" (HR.Ahmad).
Walau sedih masih terasa, tetapi Alhamdulillah 4JJI memberikan penawar atas kesedihan tersebut, semakin yakin aku akan ayatNYa “fa Inna ma’al usri yusron, inna ma’al usri yusro” pantaslah 4JJI menyebutkan sampai dua kali berturut-turut ayat tersebut, karena janji 4JJI adalah benar, di sela-sela kesedihan kehilangan dua orang yang kusayangi, 4JJI menghadirkan kebahagiaan sesuatu yang memang sudah lama kuharapkan terjadi, subhanallah wal hamdulillah Allahu Akbar, sungguh benar Firman 4JJI yang mengatakan “BUKANLAH KEWAJIBANMU MENJADIKAN MEREKA MENDAPAT PETUNJUK , AKAN TETAPI ALLAH LAH YANG MEMBERI PETUNJUK ( MEMBERI TAUFIQ ) SIAPA YANG DIKEHENDAKI - NYA .” (QS:2:272) dan “ALLAH MEMBERIKAN HIKMAH KEPADA SIAPA YANG DIKEHENDAKI - NYA . DAN BARANGSIAPA YANG DIBERI HIKMAH , SUNGGUH TELAH DIBERI KEBAJIKAN YANG BANYAK . DAN TAK ADA DAPAT MENGAMBIL PELAJARAN KECUALI ORANG - ORANG YANG BERAKAL .” (QS.2:269)
Sangatlah benar apa-apa yang dikatakan Al-Quran subhanallah, kita hanyalah penyampai petunjuk dan pemberi peringatan sedangkan hidayah sepenuhnya ada ditangan 4JJI, terkadang ketika kita sudah merasa kelelahan , merasa gagal memberi petunjuk, tanpa sadar kita sering mengatakan “terserah dia sajalah, setiap orang akan menanggung perbuatannya sendiri-sendiri”. Namun kadang kala justru disaat kepasrahan itulah 4JJI mendatangkan hidayahNYA subhanallah, pada hari terakhir kerja aku sempatkan untuk silaturahim kerumah seorang sahabat ketika sekolah , Alhamdulillah walau jarak dan perbedaan aktivitas memisahkan kami, tetapi kami masih tetap komunikasi walau hanya berapa bulan sekali kami berjumpa. Subhanallah 4JJI mengejutkanku sekaligus membuatku ingin sujud syukur dihadapanNYA, Alhamdulillah akhirnya 4JJI memberikan hidayah kepadanya, hari itu kami pergi ke blok M bersama, ketika melewati penjual jilbab, aku bermaksud memberi jilbab, dan subhanallah tiba-tiba temanku berkata “Rom, aku mau beli jilbab juga dong!”, “ha? Yang bener? Subhanallah? Serius mi?, ya udah mau beli warna apa, nanti aku yang nawar dech, kebetulan ini langgananku” jawabku sambil memeluk temanku itu, sebagai ekspresi kebahagiaanku saat itu.
Alhamdulillah pada tanggal 1 syawwal dia telah mengenakan pakaian muslimah sesungguhnya.
Tidak hanya sebatas itu, 4JJI pun masih memberikan aku kebahagiaan yang tidak kalah mengejutkan, pada hari ke dua Idul Fitri, tidak ada acara pergi kemana-mana karena saudara-saudara saja yang datang kerumah, siang hari itu seperti biasa kesempatan berkumpul dengan keluarga selalu aku gunakan untuk ngobrol dengan adik-adikku tercinta yang selama ini mungkin sering terlupakan, siang itu si bungsu (adik laki-lakiku) masuk kamar seperti biasanya numpang ngaca, aku sedang santai baca-baca buku, tiba-tiba dia mendekati aku, awalnya sich PDKTnya “ teh , bagi duit dong!”, “ga ada, duit mulu” jawabku sambil tetap baca buku.
“ceile, ngaca ga selesai-selesai dari tadi, pecah dah tuch kaca, eh kok mukanya bersihan, pake pembersih muka teteh yach?” ledekku padanya.
“ye, enak aja nuduh, ngapain pake pembersih muka segala, pake wudhu aja lebih ampuh” jawabnya sambil bergaya didepan kaca.
“gaya banget, sholat aja bolong-bolong” balasku ga mau kalah.
Setelah percakapan singkat itu, dia duduk disampingku, mulailah dia bercerita. Subhanallah ingin rasanya aku memeluk dia, untuk mengekspresikan kebahagiaanku saat itu, tapi niat itu diurungkan, karena risih juga diakan sudah besar. Alhamdulillah mungkin ini awal dari hidayahNYA, siang itu dia tanya-tanya ke aku tentang sholat tasbih, sholat hajat dan sholat tahajud, yang membuat aku terkejut, ternyata 2 hari ini dia sudah melakukan sholat tasbih 2x, subhanallah, dalam hati aku berkata “aku aja mungkin baru 1 x melaksanakan sholat tasbih”, dia juga bilang “teh , tapi klo sholat tahajud susah banget bangunnya” , “yach, latihan dong, khan dirumah ade byk yang suka pada nginep tuch, gantian gituch pada bangunin” jawabku, kebetulan si bungsu tinggal dengan nenek. Andai satu rumah Insya4JJI aku yang bangunkan dia.
Pembicaraan tidak berhenti sampai disitu, aku gunakan kesepatan ini untuk PDKT sama diaJ, “klo, sholat hajat do’anya minta apa de?, minta supaya pacarnya ga mutusin yach?” pancingku padanya.
“ye, jadi orang su’uzhon aja nich, do’ain keluarga lah, minta supaya keluarga disehatkan, diberikan rezeqi yang halal, dll dech” jawabnya
spontan aku langsung nguyek-nguyek (bhs.betawi.Red) rambutnya, sebagai ekspresi kebahagiaanku sambil ku berkata “Gituch dong, jangan bisanya minta duit aja”.
Masih banyak pembicaraanku dengannya, tapi untuk menyingkat waktu dan menghemat tenaga ceritanya sampai disitu aja yach:), intinya Alhamdulillah si bungsu sekarang sudah berubah, siapa sich yang menyangka klo anak tongkrongan, yang kerjaannya begadang semalam suntuk sambil main gitar, tiba-tiba tertarik dengan tahajud, sholat tasbih dan sholat hajat? Subhanallah sungguh 4JJI maha pembolak-balik hati. Dan kutahu pasti ini pun tidak luput dari do’a mama, yang kutahu selama ini, kami sudah bosan dan mungkin hampir putus asa, untuk membimbing si bungsu, sebagaimana anak ABG lain yang sedang mencari jati dirinya , Ortu dan keluarga harus pintar-pintar mengarahkan, di kerasin dia semakin berontak, di lembutin bisa keterusan bandelnya.
4JJI maha berkehendak, Alhamdulillah sampai hari ini aku semakin melihat perubahan dalam diri si bungsu, setiap adzan berkumandang dia segera bergegas ke mushola untuk sholat berjama’ah, biasanya dia dan teman-temannya sering menyanyikan lagunya “Peter Pen”, Alhamdulillah aku dengar sudah berubah jadi lagunya “Bimbo”, yang biasanya sehari itu bisa minta uang 3x (minum obat kali), Alhamdulillah sejak Idul Fitri dah jarang terdengar dia merengek-rengek minta uang ke mamah, yang biasanya suka marah-marah dan bentak-bentak Alhamdulillah sekarang lebih kalem, yang biasanya sering dapet telpon dari temen-temen ceweknya , Alhamdulillah sekarang sudah jarang. Yang jelas subhanallah , jelas sekali perbedaannya.
Ya 4JJI semoga ini adalah awal yang baik bagi kami
Ya 4JJI berikan mereka (adik-adikku, teman-temanku) kemampuan untuk mempertahankan hidayah yang telah Engkau berikan
Ya 4JJI berikan kami kemampuan untuk senantiasa istiqomah dijalanMU
Ya 4JJI berikan kami kemampuan untuk senantiasa memperbaiki diri
Ya Muqollibal Qulub tsabit Qolbii ‘ala diinika wa ‘ala tho’atika
Ya 4JJI izinkan kami untuk bertemu kembali pada RamadhanMU tahun depan
Ya 4JJI berikan kami kemampuan untuk tetap melanggengkan ibadah-ibadah yang biasa kami lakukan pada bulan Ramadhan, sehingga kami dapat mempertahankannya hingga berjumpa dengan Ramadhan tahun depan.
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
NB: Untuk sahabat-sahabatku teruslah berjuang dan berdakwah dalam keluarga dan masyarakat, jangan pernah berhenti dan merasa putus asa, karena yakinlah ketulusan kita dalam mengajak kepada kebaikan serta ketulusan do’a kita di sepertiga malam terakhir, Insya4JJI akan di ijabah oleh 4JJI SWT.
Posted at 11:08 am by elah82
Permalink
Monday, November 08, 2004
Subhanallah....
waktu berlalu begituch cepat....
seperti biasa pagi ini, aku memulai aktivitas seperti biasanya...
pagi ini aku masuk kantor agak telat "seperti biasanya sich" :)
dan seperti biasa juga.. dimeja sudah ada beberapa dokumen terjemahan yang harus aku follow-up alias konfirmasi balik ke klien bersangkutan..
dan eh kok ada barang asing nich... jilbab coklat siapa yach??? kok ada dimejaku tergeletak begituch saja.... apa dari si boss untuk ku?? ah masa ngasih digeletakin gituch aja... ??
sampai waktu zhuhur tiba, aku masih membiarkan jilbab itu tergeletak tak berdaya dimeja kerjaku, mau nanya bos, belum sempat euy......
dan akhirnya via YM aku tanya si boss "Btw, ini dimejaku ada jilbab coklat punya siapa yach bu?"
"oh...., mungkin ada yang jatuh kali Rom, ntar dech aku ke bawah sekarang yach..." jawabnya...
beberapa menit kemudian, si boss sudah berada diruanganku..
dia ambil jilbab itu... dan langsung menghilang sebentar.. dan tiba-tiba dah ada disampingku lagi dengan membawa sebuah box.. berbentuk paket semacam parsel..
"Rom, ini untuk kamu dari aku dan suamiku.. " ucapnya
"makasih, Yach bu.... " jawabku singkat...
dan ternyata dugaanku benarrrrrr....., jilbab coklat tadi itu ternyata memang untukku..
hehehe... si boss kecolongan dech.... belum dimasukan kedalam paket, tuch jilbab dah mengenalkan diri terlebih dahulu kepadaku...:):)
Alhamdulillah...., isi paketnya banyak juga.. ada gamis coklat+jilbab coklat,mukena batik, sejadah batik... subhanallah... nuansa batik dan coklat euy....:):) ada biskuit juga..
Alhamdulillah gamisku nambah satu dech... walau beda nuansa dari biru beralih ke coklat.. tapi gpp masih the best lah..:):).... padahal dulu aku termasuk akhwat anti gamis...:):) tapi entah kenapa beberapa bulan terakhir ini... malah jadi seneng ngoleksi gamis... :):) ternyata lebih enak pake gamis, simple... dan nyuci+gosoknya ga repot2... cuma sekali aja,,, tidak berkali-kali... kalau pakai baju atas-bawah...:):)
Terimakasih Ya Rabb
atas segala nikmat yang KAU beri....
ku yakin...semua yang kudapat saat ini tidak lain adalah bentuk kasih sayang dariMU.
Posted at 12:54 pm by elah82
Permalink
Thursday, November 04, 2004
Lagi..lagi.. tentang penantian itu...
telolet...tolet....(suara hpku menandakan ada sms masuk)..
dari siapa yach.... , ternyata dari saudaraku nun jauh di seberang sana....
"Ass, De..apakabar? kerja kapan libur ?, eh do'akan kk yach..agar sabar dan tetap istiqomah, kk mesti harus sabar menanti datangnya bidadari kk de' :(, hiks tadi malam ustaz bilang 'proses' batal!....."
ada duka meruak dalam hati, setelah membaca pesan singkat itu, karna ku tahu pasti 'kk' sudah lama menanti jawaban itu....
"Ishbir akhi,yakinlah bila saatnya tiba, 4JJI pasti akan mempertemukan, tidak ada penantian yang sia-sia, sekarang saatnya intropeksi dan memperbaiki diri, 4JJI ma'ana" tak ada kata-kata lain yang dapat aku kirimkan, untuk sekedar meneguhkan atau menghibur saudaraku.
ga tau aku mau nulis apa, yang jelas... ada banyak gejolak dalam jiwa saat ini....
hingga tak mampu tangan ini menggerakkan keyboard tuk menuangkannya dalam tulisan..
akhir-akhir ini.. baik dalam dunia nyata maupun dunia cyber....
seringkali aku melihat, mendengar dan menyaksikan.. ikhwan maupun akhwat...
melakukan obrolan sekitar pernikahan...
wajar saja sich... dan normal-normal saja...wong fitrahnya manusia kok..
jadi ingat syair sebuah nasyid... "Cinta dan kasih sayang di buru dan dicari untuk mengisi ruang di hati...cinta tak semudah pandangan mata, cinta tak diciptakan oleh kebendaan.... dst." hah... kadang aku jemu jika dihadapkan oleh fenomena seperti ini...
tapi sebagai manusia biasa yang memiliki fitrah insani,,,,aku ga muna juga sich..
kadang suka terlarut juga..dan terbaur oleh obrolan-obrolan tersebut..
tapi...
dada ini semakin sesak... ketika sedikit-demi sedikit... satu persatu...
aku mendengar dan melihat kegelisahan sahabat-sahabat terdekatku... dalam menanti datangnya sang bidadara atau bidadari mereka...
kadang aku sering memberi warning!!! pada diriku sendiri "Kamu, gak boleh ikutan gundah, gulana dan gelisah, memikirkan hal satu ini, masih banyak hal yang harus kau selesaikan dahulu.. perjalanan masih panjang ukhti... jangan kau habiskan waktu dan kesempatan yang kau miliki saat ini, tuk memikirkan hal yang belum tentu terjadi dalam hidupmu!!!!"
ups... but jangan salah persepsi yach dengan sebait kalimat diatas...
bukan berarti aku akan melupakan atau mengabaikan sama sekali tentang hal satu ini..
tapi melainkan... porsinya dikurangi dan biarkan sambil lalu saja...
biarlah waktu yang memberi jawab... toh semuanya sudah ditetapkan oleh-NYA..
tugas kita saat ini hanya berusaha...berusaha dan berusaha serta berdo'a disertai dengan tawakal sepenuh hati dan jiwa....
ikhtiarlah dengan terus bermujahadah memperbaiki diri.... meningkatkan mutu dan kualitas..diri dalam keimanan dan ketaqwaan pada-NYA..
jadi ingat sebuah artikel di blog salah seorang anggota IMB... intinya artikel itu mengatakan bahwa " Jodoh itu berbanding lurus dengan kedewasaan seseorang" benar atau tidaknya silakan buktikan sendiri....
tapi aku pribadi sich... sudah melakukan intropeksi... kayaknya sich ada benarnya...
mungkin saja... jika saat ini aku masih belum dipertemukan oleh 4JJI dengan sang pangeran.. karena memang diri ini belum dewasa....:):)
pernah seorang sahabat mengatakan "Bagaimana ukhti bisa mengurus 'orang lain' kalau mengurus diri sendiri saja tidak bisa!" gubragssss dalem banget tuch tausiyah...
tapi bener juga sich.... klo saat ini saja ketika dengan status bebas 99,99%... mau pergi dan pulang jam berapa aja ga ada yang larang... , mau pergi kemana aja silakan...., pokoknya istilahnya suka-suka wae lah... kadang suka keteteran sendiri.. karena belum bisa memenej waktu dengan baik....
kadang ketika dihadapkan dengan... tugas kuliah banyak, kerjaan butuh konsentrasi penuh, cucian dirumah dah numpuk,kondisi badan sedang lemah.....amanah dakwah banyak yg harus ditunaikan..... subhanallah... sempat terlintas... "wahhh, gimana kalo dah punya suami..????" saat itulah... aku dapat mengambil hikmah..." mungkin inilah yang terbaik bagi diriku saat ini....."
tidak selalu sendiri itu menjemukan.... tidak selalu sendiri itu menyedihkan.... tidak selalu sendiri itu mensunyikan....
nyatanya... banyak kok mereka yang masih single... tapi subhanallah.. betapa banyak aktivitas-aktivitas yang dapat mereka lakukan... , dengan kesendirian mereka dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki..
bukan berarti aku ingin mengkampanyekan HIDUP JOMBLO....HIDUP KESENDIRIAN... ga lah yau.. karena akupun termasuk umat Rasulullah yang ingin mengikuti sunnahnya..
tapi pesan yang ingin ku sampaikan khususnya bagi diriku sendiri....
jalanilah hidup ini sesuai dengan apa yang telah kita miliki...
jika saat ini 4JJI masih menghendaki kita hidup sendiri tanpa teman sejati itu... jalani lah dengan baik... bersabarlah dalam masa penantian... jangan habiskan waktu, tenaga dan pikiranmu hanya tuk memikirkan dan fokus dalam mencari teman sejati itu...
karena disekitar sesunguhnya telah banyak teman-teman setia yang siap sedia setiap saat mengulurkan tangannya , menyediakan bahunya...dan juga meminjamkan telinganya untuk kita...
dan masih banyak amanah lain yang juga membutuhkan prioritas kita....
so.... syukurilah apapun kondisi kita saat ini...
NB: teruntuk sahabat-sahabatku... tetehku, mba-mba ku dan juga mas-masku...
bersabarlah.... saat itu pasti akan tiba... walau jika seandainya masa itu tidak pernah tiba didunia ini...yakinlah sang bidadari/bidadara sedang menanti di syurga sana... jika kita tetap istiqomah dan tetap berada dalam jalan yang di ridhai-NYA. Aamin.
Posted at 09:55 am by elah82
Permalink
|
|
|